b. Pergaulan

1. Tips Cara Menambah Teman/Kawan Memperluas Pergaulan Dan Jaringan Pertemanan

Wed, 04/02/2009 – 10:07pm — godam64

Memiliki kawan yang banyak jumlahnya akan sangat menyenangkan. Tapi jangan sampai salah pilih teman, karena tidak semua orang bisa kita jadikan teman. Pilihlah teman yang memberikan dampak positif bagi diri kita. hindari berteman dengan pembawa masalah seperti preman, genk jahat, pecandu / pengedar narkoba, penggemar hiburan malam, anak gaul penuh gengsi, dan sebagainya.

Semakin banyak teman semakin baik karena teman yang baik akan membantu kita di kala kesulitan menghadang kita. Teman yang jahat justru menambah beban hidup dan dosa serta sulit untuk diminta bantuannya saat dibutuhkan. Teman jahat pun akan rela mengorbankan kita demi kepentingan pribadi atau kelompoknya.

Dalam berteman sebaiknya kita rendah diri, murah senyum, suka menolong, sering silaturahmi, bisa menempatkan diri, membawa suasana nyaman dan kekeluargaan, supel tidak kaku, penuh canda, tidak pilah-pilih teman dan lain-lain. Teman akan suka pada kita jika kita baik kepada mereka.

Teknik / Cara Mendapatkan Kawan/Teman Baru :

1. Mengenal lebih banyak orang di sekolah / kampus
2. Mengenal guru, dosen, dan staf
3. Ikut bimbel / kursus
4. Ikut ekstrakurikuler / ekskul
5. Ikut organisasi sosial seperti karang taruna
6. Kenalan dengan temannya teman kita
7. Rajin ibadah di banyak rumah ibadah
8. Aktif ikut acara-acara kegiatan di lingkungan rumah
9. Rajin datang main ke kantor orang tua
10. Rajin ikut pelatihan, seminar, dan lain-lain
11. Bergabung dengan perkumpulan hobi kita
12. Rajin ikut mailing list di internet
13. Senang membuat tulisan di blog
14. Aktif mencari teman di situs jejaring sosial
15. Gabung di forum internet atau chatting di internet
16. Kerja paruh waktu
17. Rajin ikut orang tua dan saudara pergi-pergi
18. Sering main ke tempat tetangga atau saudara jauh
19. Ikut bisnis mlm
20. Magang di kantor-kantor

Daftar di atas adalah pilihan kita untuk menambah teman. Dengan melakukannya maka kita akan berkenalan dengan orang-orang baru yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Jika kita baik dan akrab maka kita bisa berteman dengannya.

SUMBER : http://organisasi.org/tips-cara-menambah-teman-kawan-memperluas-pergaulan-dan-jaringan-pertemanan

2. Tips Ok Menjadi Orang yang Mudah Bergaul

Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diingat:

Pertama, pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitasyang diraih dari usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain.

Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalanya saja: saya orangnya termasuk Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya.

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.

Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab, apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan.

Kedua, pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong, tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. Prinsipyang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to maintain). Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.

Kalau melihat acuan Pendidikan Ketrampilan Hidup (Life Skill Education) yang dipakai PBB (Unesco), akan kita temukan empat pilar utama yang harus dilatih untuk memperbaiki ketrampilan hidup (terlepas apapun latar belakang pendidikan formal dan apapun model kepribadian anda). Keempat pilar utama itu adalah:

  • Belajar untuk mengetahui )learning to know). Semua orang perlu meningkatkan kemampuannya di sini, yaitu: kemampuan berpikir kritis, berpikir dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, memahami konsekuensi tindakan, dan seterusnya.
  • Belajar untuk menjadi (learning to be): meningkatkan kemampuan personal seperti bagaimana menangani stress, bagaimana meningkatkan kepercayaandiri, kesadaran diri, dan seterusnya
  • Belajar untuk hidup bersama (learning to live together): kemampuan sosial seperti komunikasi, negoisasi, kerjasama tim, bergaul, dan seterusnya
  • Belajar untuk melakukan (learning to do): kemampuan manual / praktek atau keahlian kerja teknis sesuai dengan bidang kita masing-masing

Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah bagian penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia ini pasti tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat pergaulan karena saking banyaknya manfaat itu.

Dari sekian masalah yang harus kita hadapi dalam hidup ini, kesulitan dalam bergaul adalah salah satunya. Bagi yang kebetulan sedang menghadapi masalah ini, mungkin ada dua hal yang perlu diingat:

Pertama, pergaulan itu erat kaitannya dengan kemampuan. Kemampuan di sini artinya bukan hasil bawaan dari lahir tetapi merupakan kapabilitasyang diraih dari usaha dalam mengembangkan diri (developmental process). Jadi, apapun kepribadian anda, pada dasarnya anda punya kesempatan yang sama untuk bergaul seperti juga orang lain yang punya model kepribadian lain.

Sah-sah saja kita menyimpulkan, misalanya saja: saya orangnya termasuk Melankolis yang introvert, pemikir dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Sanguinis yang ekstrovert, suka ngomong dan optimis. Saya orangnya termasuk Phlegmatis yang introvert, pengamat dan pesimis. Dia kan orangnya termasuk Koleris yang ekstrovert pelaku dan optimis. Dan bla, bla, bla lainnya.

Tetapi ada satu hal yang perlu diingat bahwa dunia ini tidak peduli dengan apakah kita termasuk orang berkepribadian ini dan itu. Dunia ini hanya tahu satu hal: kalau kita mengalami kesusahan bergaul, hidup kita juga mengalami kesusahan yang tidak kita inginkan. Titik. Ini adalah sebuah dalil mengapa kita perlu mengembangkan potensi yang mendukung perbaikan kemampuan kita dalam bergaul, terlepas apapun model kepribadian kita.

Sejumlah istilah ilmiah yang bisa kita temukan dalam buku-buku kepribadian itu mestinya kita gunakan untuk melihat sisi plus-minus agar kita bisa mengembangkan diri sejati kita (bukan jadi seperti orang lain). Sebab, apapun model kepribadian kita pasti ada sisi plus yang perlu kita kembangkan untuk memperbaiki hidup dan pasti pula ada sisi minus yang perlu kita kontrol agar tidak sampai merugikan atau membahayakan.

Kedua, pergaulan itu tidak identik dengan banyak ngomong atau sedikit ngomong, tidak identik dengan apakah anda seorang pendiam atau tidak pendiam. Prinsipyang berlaku dalam pergaulan adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain (to build) dan bagaimana kita menjaga hubungan itu (to maintain). Karenanya, jangan heran bila menjumpai ada orang yang banyak ngomong tetapi pergaulannya sempit dan jangan heran pula bila melihat ada orang yang sedikit ngomong tetapi pergaulannya luas.

Kalau melihat acuan Pendidikan Ketrampilan Hidup (Life Skill Education) yang dipakai PBB (Unesco), akan kita temukan empat pilar utama yang harus dilatih untuk memperbaiki ketrampilan hidup (terlepas apapun latar belakang pendidikan formal dan apapun model kepribadian anda). Keempat pilar utama itu adalah:

  • Belajar untuk mengetahui )learning to know). Semua orang perlu meningkatkan kemampuannya di sini, yaitu: kemampuan berpikir kritis, berpikir dalam menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, memahami konsekuensi tindakan, dan seterusnya.
  • Belajar untuk menjadi (learning to be): meningkatkan kemampuan personal seperti bagaimana menangani stress, bagaimana meningkatkan kepercayaandiri, kesadaran diri, dan seterusnya
  • Belajar untuk hidup bersama (learning to live together): kemampuan sosial seperti komunikasi, negoisasi, kerjasama tim, bergaul, dan seterusnya
  • Belajar untuk melakukan (learning to do): kemampuan manual / praktek atau keahlian kerja teknis sesuai dengan bidang kita masing-masing

Sekali lagi perlu kita yakinkan pada diri sendiri bahwa bergaul adalah bagian penting dari ketrampilan hidup. Kita semua sudah tahu bahwa di dunia ini pasti tidak ada buku atau perpustakaan yang bisa mengungkap manfaat pergaulan karena saking banyaknya manfaat itu.

SUMBER : http://tipsoke.com/2-tips-oke-menjadi-pribadi-yang-mudah-bergaul.html

3. Cara Bergaul

Dari judul kok sepertinya gak ada hubungannya dengan petualangan. Ya, mungkin itu yang anda pikirkan saat membaca artikel ini. Tapi entahlah, saya sendiri bingung kenapa kok milih judul blog Info-petualangan, padahal jam terbang petualangan jelas tidak sebanyak mereka diluar sana. Sebenarnya awalnya judul blog adalah cara-survive namun dengan pertimbangan keywordnya banyak saingan maka blog di hapus dan di ganti dengan yang ini. So ada 2 blog yang saya kelola, www.mjumani.blogspot.com dan yang ini www.info-petualang.blogspot.com . Nah sekarang kembali ke judul, kenapa kok Tips Dalam pergaulan yang ditulis, bukannya tidak berhubungan dengan judul blog info-petualang ?, jawabanya tidak lain karena aktifitas bertualang saya terbatas. Maka kali ini saya akan bahas sekedar info dan berbagi pengalaman bagaimana menghadapi pergaulan yang terkadang tidak cocok dengan kepribadian atau gaya kita.

Sedikit berbagi cerita, di masa SMA dimana kata orang masa SMA adalah masa transisi dari remaja menuju kedewasaan. Memiliki banyak teman yang sifat dan karakter berbeda satu dengan lainnya tidaklah mudah. Waktu itu gaya bergaul genk sudah terlihat, dari kesamaan hobi, kegemaran, atau kelakuan dari sekian kawan-kawan semasa SMA terbagi-bagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Ada yang tipe kelompok suka ngerumpi, suka berkelahi, suka belajar, suka sepak bola, dan banyak lagi. Saya sendiri adalah tipe orang yang biasa saja dan kebetulan suka sepak bola jadi lebih banyak bergaul di kelompok laki-laki yang suka olah raga sepak bola.

Sering bergaul dengan para bola mania tidaklah membatasi pergaulan saya dengan genk atau kelompok lain, di kelompok manapun kehadiran kita bisa diterima asalkan kita bisa membawa diri dan tetap tidak kehilangan jati diri atau prinsip hidup sendiri. Banyak keuntungan bergaul dengan banyak teman yangmemiliki karakteristik masing-masing. Sebagai contoh, bergaul dengan kutu buku kita dapat ilmu gratis dan pengetahuan dari buku-buku yang ia baca. Bergaul dengan brandalan, di jamin kita aman dari anak-anak nakal yang sering usil. Ikut genk ngerumpi kita tak ketinggalan informasi dan ikut kelompok football mania kita bisa ikut menyalurkan hobi. Tapi tentu tidak semulus itu, kadang tanpa kepribadian yang kuat dan cara bergaul yang benar justru kitalah yang akan dirugikan. Dalam pergaulan terutama genk rusuh yang suka berkelahi, akrab dengan merokok, minuman keras dan kadang obat-obatan atau taruhan. Saya sudah membuktikan, nongkrong dan bergaul dengan mereka. Ajakan merokok, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya yang datang dari mereka tidak sekali dua, namun sederhana saja ! tolak dengan halus namun logis dan yang terpenting jangan sampai menyinggung. Kehidupan sekarang tentu lebih keras dari beberapa tahun lalu, perangai anak muda jaman sekarang sepertinya lebih tempramen. Namun saya akan membagikan sedikit tips agar pergaulan anda tetap lancar dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif sebab pergaulan apalagi komunitas baru bisa menjadi rimba buat anda. Inilah beberpa tips dalam bergaul agar anda bisa bertahan dirimba pergaulan yang sering saya terapkan :

  1. Pilah-pilihlah teman yang menurut anda tidak akan menjerumuskan. Karena banyak teman yang justru tujuannya adalah mengajak kita ke hal-hal negatif. Teman seperti ini lebih sulit di atasi jadi jika memungkinkan lebih baik jangan mempererat hubungan pertemanan
  2. Jika di dalam komunitas anda ada teman atau kelompok yang sering melakukan hal-hal negatif (merokok, minuman keras, obat-obatan) maka kurangi intensitas pertemuan. Tapi perlu di catat bahwa buat alasan se rasional mungkin, tidak menyinggung dan alasan yang masuk akal. Misalnya anda ada pekerjaan atau aktifitas lain
  3. Setiap di ajak melakukan aktifitas yang menurut anda tidak benar, tolaklah! Dengan bahasa yang sopan halus, dan kata-kata yang tidak menggurui. Bisa dengan sambil bergurau misal badan anda kurus dan anda di ajak minum-minuman keras maka bilang saja ” Wah sobat, bukannya nolak badan kurus gini apa gak lebih cocok di kasih minum susu! (gunakan bahasa yang seenak mungkin)
  4. Biasanya ajakan tidak datang hanya sekali, untuk menegaskan bahwa anda benar-benar konsisten dan tidak terkesan cuma malu-malu kucing, maka setiap ajakan tanggapi seperti sebelum-sebelumnya.
  5. Jangan marah ketika di beri kata-kata bernada mengejek, misalnya ”wah, gitu aja gak berani, dasar anak mami !” seperti biasa tanggapi dengan sopan dan bahasa yang tidak malah mengejek balik.
  6. Sesuaikan pergaulan anda dengan kondisi yang ada, jika berada di komunitas kutu buku maka jadilah anda dengan ciri khas kutu buku anda sendiri, begitupula saat berada di komunitas lainnya, yang terpenting jangan sampai kehilangan jati diri anda.
  7. Berikanlah alasan yang benar-benar bisa dimaklumi sekiranya anda ingin menghindari ajakan teman yang tidak mau anda ikuti. Sebab ada teman yang biasanya mengatas namakan persabahatan dalam membujuk misalnya ” kalau kamu gak ikut berarti kamu gak nganggap aku teman”, Nah jika anda tidak ingin kehilangan kawan anda (apalagi jika itu adalah teman lama dan cukup bersahabat baik). Tidak mungkin hanya dengan alasan ada PR atau di larang ortu atau ada janji dengan teman lain. Jadi gunakanlah alasan yang spesifik dan memang dipikirannya itu jauh lebih penting. Biasanya dengan satu atau dua kali beralasan seperti itu dia akan mengerti bahwa anda sebenarnya tidak mau menerima ajakannya dan dia tidak akan mengajak lagi.
  8. Jika cara nomor 7 diatas sudah di lakukan dan di tetap mengajak maka katakanlah dengan terus terang bahwa anda punya prinsif yang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan.

Tips diatas hanya secuil, masih banyak tips yag bisa diaplikasikan. Diri andalah yang sebenarnya lebih faham kondisi dan situasinya begitupula komunitas yang dihadapi, jadi tips yang lebih sesuai mungkin lebih pas jika datang dari inspirasi anda sendiri.

SUMBER : http://prediksiuan.blogspot.com/2009/07/tips-dalam-pergaulan.html

4. Tips Memahami Orang Lain

http://devieriana.files.wordpress.com/2009/04/ngobrol3.jpg?w=148&h=149

Aku sering melontarkan pertanyaan kepada sahabat-sahabatku :”Lebih sulit mana memaksa diri sendiri agar bisa memahami orang-orang lain, atau memaksa orang lain untuk memahami diri kita?”

Seratus persen mereka menjawab lebih sulit yang kedua : memaksa orang lain untuk memahami diri kita.

”Benarkah…?? Jawabanmu berdasarkan logika, atau pengalaman?” itu pertanyaan susulan yang selalu kuajukan bila mereka sudah memilih. Ada yang nyengir, ada yang berpikir serius sampai mengernyitkan kening, ada pula yang ngeloyor pergi, mungkin menganggap pertanyaanku tidak penting untuk ditanggapi lebih jauh.

Memang benar, secara logika paling mudah memaksa diri sendiri agar bisa memahami orang lain, banyak orang, semua orang. Untuk memahami orang lain kita hanya perlu mengubah cara berpikir, pikiran kita sendiri, mengubah cara merasa, perasaan kita sendiri. Sedangkan untuk memaksa orang lain agar memahami diri kita, kita harus mempengaruhi mereka, memasukkan kemauan kita ke pikiran mereka, dan banyak tindakan interaksi persuasif dengan mereka. ribet khan?

Tetapi dalam prakteknya ternyata banyak orang yang tidak mau melakukan pilihan pertama. Mereka lebih cenderung memaksa orang lain untuk memahami diri mereka. Dan yang lebih parah lagi, mereka enggan melakukan tindakan-tindakan persuasif agar orang lain mau memahami mereka. Mereka tidak mau tahu, pokoknya orang harus mau menerima mereka apa adanya.

”Aku ya begini, terserah suka atau tidak suka!”

”Pokoknya mauku begini, terserah orang lain mau apa!”

”Harusnya mereka tahu dong apa mauku!”

Itulah yang menjadi pangkal segala konflik dalam masyarakat. Mulai konflik rumah tangga sampai konflik di parlemen, bahkan antar negara. Suami tidak mau memahami istri, dan sebaliknya. Para wakil rakyat tidak mau memahami kemauan rakyat yang diwakilinya, atau sebaliknya rakyat yang dibela tidak mau memahami niat baik para wakilnya di DPR.

”Kalau kita selalu memahami orang lain, berarti kita tidak punya prinsip dong!”

Itu pikiran keliru. Justru dengan memahami orang lain, kita lebih mudah mendapatkan apa yang kita inginkan. Kenapa harus ngotot bila dengan mengalah kita bisa mencapai tujuan lebih cepat dan baik.

Memang ada beberapa hal yang tidak mungkin atau tidak bisa kita terima dari kemauan orang lain. Yaitu bila antara kemauan kita dan orang lain sudah sangat berseberangan, dua sisi mata uang. Selama kita yakin bahwa kita berada pada sisi ”baik”, kita harus memperjuangkannya. Tetapi kita harus yakin dan jelas tentang batasan ”baik”: bagi siapa?

Semoga aku sendiri tidak termasuk yang melakukan pilihan pertama : menulis asal kemauanku sendiri, tanpa berusaha memahami apa yang diinginkan sahabat-sahabatku pembaca Blog.

SUMBER :http://nmdian.wordpress.com/2008/11/02/memahami-orang-lain/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s